Assalamu'alaikum.......Selamat Datang

Rabu, 21 Oktober 2020

Pemanfaatan Perangkat Lunak Presentasi Lanjutan(2)

 6. Hyperlink

Hyperlink digunakan untuk menautkan satu laman web ke halaman web ke laman yang lain. Pada
PowerPoint, hyperlink digunakan untuk menautkan laman web, file, e-mail, ke dalam slide. Hyperlink terdiri atas dua bagian yaitu alamat halaman web (webpage), alamat email, atau lokasi lain dalam

bentuk tautan (link), dan tampilan link berupa teks, gambar, atau bentuk (shapes). Sebagai contoh ingin menambahkan tautan http://www.simulasidigital.seamolec.org dengan tampilan teks Simulasi Digital.
Perhatikan contoh pemakaian hyperlink dari satu slide ke slide yang lain contoh berikut ini. 

 
Untuk dapat membuat tautan tersebut dengan
langkah-langkah sebagai berikut.
a. Blok teks “Kedudukan Simdig”.
b. Klik kanan pada teks, kemudian klik Hyperlink.
c. Kotak dialog hyperlink akan muncul. Tambahkan hyperlink dengan cara pilih Place in This Document, kemudian klik judul slide “3. Kedudukan SimDig
d. Klik tombol OK.
Setelah selesai menambahkan hyperlink, coba menambahkan tautan yang telah dibuat dengan cara
klik kanan, pilih Open Hyperlink. Jika ingin memodifikasinya pilih menu Edit Hyperlink, dan untuk
menghapusnya pilih menu Remove Hyperlink.
Selain contoh di atas, juga dapat menambahkan link ke file yang tersedia atau web (Existing File or
Web Page) dan link ke alamat email (Email Address).

7. Transisi

Transisi (Transitions) merupakan efek khusus yang terjadi ketika perpindahan dari satu slide ke slide
yang lain ketika presentasi ditayangkan. Sebagai contoh digunakan efek menghapus (wipe), efek
memudar (fade), atau efek kedip (flash). PowerPoint membagi transisi menjadi tiga jenis sebagai
berikut.
a. Subtle, yang merupakan jenis transisi yang paling dasar dengan efek sederhana.
Contoh: Cut, Fade, Wipe, Flash.
b. Exciting, yang menggunakan efek animasi yang lebih kompleks dibanding jenis Subtle, sehingga
lebih menarik.
Contoh: Curtain, Airplane, Origami, Flip, Cube.
c. Dinamic Content, jenis ini hanya menggerakkan placeholder yang terdapat pada sebuah slide dan
tidak menggerrakkan slide.
Contoh: Pan, Conveyor, Rotate, Orbit.
Untuk menambahkan efek transisi, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Tentukan slide yang ingin ditambahkan transisi.
b. Klik tab TRANSITIONS.
c. Pilih jenis transisi yang diinginkan, misalnya dipilih model “Gallery”.
Effect Option dapat menambahkan efek pada model yang digunakan, misalnya dipilih “From
Right”.
Langkah di atas digunakan untuk mengatur transisi pada masing-masing slide. Jika ingin mengatur satu
jenis transisi untuk semua slide, klik fitur Appy to All pada kelompok Timing di sebelah kanan
kelompok Transition to This Slide. Tersedia juga fitur Sound untuk menambahkan suara pada tiap
slide. Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah memeriksa slide yang telah diberi transisi, dengan
cara klik Preview di sebelah kiri kelompok Transition to This Slide

8. Animasi

Pada PowerPoint, dapat ditambahkan animasi (animation) pada teks atau objek yang berada di
placeholder yang dipilih. Menambahkan animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian audien ke
teks atau objek tertentu sehinga konten presentasi lebih mudah dimengerti. Animasi yang disediakan
dibagi menjadi empat jenis sebagai berikut.
a. Entrance, yang akan mengkontrol bagaimana teks atau objek memasuki slide.
Contoh: Appear, Split, Grow and Turn, Zoom.
b. Emphasis,yang akan menekankan teks atau objek yang berada pada slide. Biasanya bekerja setelah
dipicu oleh klik mouse.
Contoh: Pulse, Teater, Spin, Grow or Shrink
c. Exit, yang akan mengkontrol bagaimana teks atau objek keluar dari slide.
Contoh: Disapear, Fade, Fly Out, Float Out.
d. Motion Paths, yang berfungsi menekankan teks atau objek, hampir mirip dengan jenis Emphasis,
namun pergerakan teks atau objek yang diberi animasi akan mengikuti path yang ditentukan dari
awal.
Contoh: Lines, Arcs, Shapes, Loops, Custom Path.
Untuk menambahkan efek animasi, lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Tentukan teks atau objek pada placeholder yang ingin ditambahkan animasi.
b. Klik tab ANIMATIONS.
c. Pilih jenis animasi yang diinginkan, misalnya dipilih model “Bounce”.
Untuk dapat menambahkan pilihan efek pada model yang digunakan, manfaatkan Effect Option,
misalnya dipilih “By Paragraph”.

9. Menayangkan Presentasi

Presentasi yang selesai disunting sebaiknya diuji coba dengan cara menanyangkan slide per slide.
Pemanfaatan berbagai jenis editing dapat dilakukan pada saat slide tersebut ditayangkan, misalnya slide
desain, transisi, atau animasi. Menayangkan slide dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.
a. Menayangkan dari awal slide, shortcut F5
1) Klik tab SLIDE SHOW.
2) Klik From Beginning.
b. Menanyangkan dari slide yang dibuka
Klik From Current Slide yang berada di samping From beginning, atau dengan cara klik fitur
Slide Show yang berada di bagian bawah presentasi, untuk menayangkan slide mulai dari slide yang
sedang dibuka.




0 komentar:

Posting Komentar